ML Dengan Tanti

Duniabola99.orgLulus SMU, dunia baru, dunia penuh warna. Gadis itu bernama Tanti, namun lebih suka dipanggil Putri. Usia 18tahun merupakan usia yang sangat menggemaskan. Aku bertemu dia saat dia asyik bergoyang di acara auspicious kantorku. Dia adalah Lady Escort sebuah tempat karaoke yang baru dibuka tiga bulan lalu di Selatan Jakarta. Kusempatkan ngobrol dengannya, dan dia mengaku bahwa dia terpaksa bekerja untuk biaya ujian SMUnya bounce hari.

Masih terbayang liukan tubuh yang mengundang jiwa kelelakianku. Aku harus menaklukkannya, kataku dalam hati. Dengan pengalaman yang kumiliki, akhirnya bisa juga dia kutaklukkan. Namun aku jadi ngeri sendiri, betapa tidak, aku pernah berjanji pada diri sendiri, aku nggak akan pernah mau menyentuh perempuan yang masih perawan, sepertinya telah kulanggar.

Saat mulai kucumbu sang Tanti…, baru pada taraf permulaan, dimana mulut kami saling berpagutan, dan tangan bebasku mulai bergerilya menjelajahi dadanya, dia sudah melenguh-lenguh mendapatkan orgasmenya. Profil seorang gadis yang belum pernah tersentuh tangan jahil lelaki. Belum lagi saat lidahku sudah mulai menyapu dada dan klitorisnya, tak terhitung dia telah mengalami orgasme berapa kali.

Di auberge M***, seolah tak sabar kulucuti pakaiannya satu persatu, dengan ciuman bertubi-tubi di mulut dan lehernya, membuatnya tak sadar apa yang sedang kulakukan. Kutempelkan batangku yang masih terbungkus jeans ke kakinya untuk menambah sensasi bagiku dan baginya. Kumulai manuver yang menjadi favoritku, jelajahan lidah ke sekujur tubuh, yang kumulai dari mulut dan bergeser ke arah lehernya, sementara tanganku mulai menemukan mainan yang sangat mengasyikkan, bungkahan dada yang sangat kenyal, dan menantang. Putingnya masih merah, dan menunjuk ke langit. Tak sabar segera kusapukan lidahku menyusul tangan yang sudah mendahului. Tubuhnya mulai mengejang, menunjukkan Tanti sudah memperoleh orgasmenya yang pertama, diimbuhi dengan lenguhan-lenguhan sambil menyebut-nyebut namaku….

“Oh…., mas,…. Ough…shhhh!”

Lenguhan perlahan namun ragu-ragu, menunjukkan betapa amatir gadis dalam pelukanku ini.

Seolah tak puas tanganku mulai merayap merasakan kehangatan vaginanya yang sudah teramat basah. Kudapati klitorisnya yang sudah mengeras dan licin, memudahkanku untuk mempermainkan dengan tangan. Tak kuhentikan jilatan-jilatan lidahku di putingnya. Sekali lagi dia mengejang, dan melenguh menggapai orgasme keduanya.

Tanpa memberi kesempatan untuk beristirahat, mulai kuturunkan jilatan-jilatanku kea rah perut, dengan tujuan yang pasti… kitoris…..

Jilatan-jilatan yang turun perlahan dari dada ke perut, mulai membangkitkan semangatnya kembali. Kususuri perut langsingnya dan kubiarkan bermain-main agak absolutist di sana, menimbulkan rasa geli dan penasaran baginya. Kuturunkan lagi lidahku menuju ke selangkangan yang semakin lembab miliknya, hingga kudapati klitorisnya yang semakin mengkilat dan keras. Indah memerah merekah dan bau khas cairan vagina yang sangat kusuka, namun milik si Tanti ini lain, bau yang harum, menunjukkan betapa terawat tubuhnya.

Tak absolutist lidahku memainkan klitorisnya, sambil sekali-sekali kususupkan ke liang vaginanya, kembali dia mengejang dan meracau tak menentu sambil menyebut-nyebut namaku…. “Oh…., mas,…. Ough…shhhh! Sudah mass..sh… dia mengeluh….”

Kuhisap cairan yang meleleh keluar dari vaginanya… Rasanya sangat khas dan memabukkan.

Lenguhan-lenguhan yang bisa membuatku gila, namun otak warasku masih bisa berpikir. Jika dengan sentuhan-sentuhan dan jilatan-jilatan itu saja bisa membuat orgasme Tanti lebih dari sekali, jangan-jangan dia masih murni dan perawan.

Mulai kuangkat tubuhku dan dan kubaringkan sejajar disampingnya serta kulolosi pakaian yang menempel ditubuhku tanpa kecuali. Kutarik tangannya untuk mulai mempermainkan penisku. Ada hentakan keras dari Tanti, jangankan untuk memberikanku kepuasan, untuk menyentuhnyapun dia tak mau.

“Terus harus bagaimana aku bisa memperoleh kepuasan ?” Keluhku padanya sambil berusaha merayu.

Kembali kujilati dadanya tuk membuatnya kembali terbuai, dan sepertinya berhasil. Kurasakan lagi tubuhnya mulai membara lagi. Kulihat gelengan kepala saat kucoba lagi untuk meraih tangannya.

Imajiku yang cheat membuatku semakin tak tahan… Aku harus mendapatkan kepuasan itu.

“Ya, kalau gitu dimasukin aja, ya ?” kataku seolah mengancam.

Tak terdengar penolakan dari Tanti, walaupun kulihat ada reaksi lain darinya yang kutahu dia merasa keberatan.

Mulai kugesekkan penisku ke mulut vaginanya yang sudah basah, sekedar bergesekan, tak ada niatan untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

Sensasi yang sangat memabukkan, apalagi saat gesekan penisku mengenai klitorisnya yang mengeras itu, wow…. Kembali terdengar lenguhan saat penisku menyentuh klitorisnya. “Oh… shhh…” rintihnya, sehingga menimbulkan tanya dalam benakku, bagaimana lagi rintihannya jika penisku kumasukkan dalam vaginanya ?

Tak tahan dengan rasa penasaran itu, mulai kuselipkan kepala baja penisku….. dan kurasakan tangannya menggapai pinggangku, menahan aku untuk tidak melesakkan penisku lebih dalam lagi.

Ada lonjakan pinggul dan geraman perlahan keluar dari mulutnya. Kucabut lagi penisku untuk meningkatkan sensasi lain untuknya. Kumasukkan lagi perlahan-lahan penisku, sebatas kepala bajanya dan kembali tangannya menahan tubuhku. Kembali ada gerinjal perlahan pinggul dan geraman serta nafas tertahan dari Tanti seolah kehabisan nafas, disusul kejatan-kejatan seluruh tubuhnya manggapai orgasmenya untuk kesekian kali….

“Oh…., mas,…. Ough…shhhh!”

Kucabut lagi, dan kususupkan penisku dan perlahan-lahan kutambah kedalamannya tanpa dia sadari, hingga tak ada lagi yang tersisa. Seluruh batang penisku telah habis memenuhi liang vaginanya. Mulai kuayun tubuhku secara perlahan-lahan seolah memompa vaginanya, dapat kurasakan cairan yang mulai meleleh keluar mengenai selangkanganku.

Mungkin karena gerakan memompa yang perlahan-lahan itulah, kurasakan tubuh Tanti mulai membara kembali, ditandai dengan lenguhan tertahan dan goyangan pinggul yang masih tertahan keraguan.

Tak absolutist goyangan perlahan tubuhku, kembali dia mengejat-ngejat bagaikan ikan kehabisan air diiringi rintihan yang membuatku mabuk….

“Oh…., mas,…. Ough…shhhh, oouuuhhhhhhhhghhh!”

Semakin kupercepat ayunan tubuhku untuk segera mengejar ketinggalanku darinya. Tak tertahan lagi lenguhan yang juga semakin cepat seiring kayuhanku yang semakin cepat.

“Uh….uh….uh….uh…….ouhhhh….!” perlahan penuh keraguan namun tak tertahan dan mempengaruhi otak kecilku untuk segera menghabisinya.

Mendadak kuhentikan kayuhanku, dan kucabut penisku dari vaginanya, dan kemudian kupandangi wajahnya. Tak tahan dengan perlakuanku itu, terasa ada tarikan halus dari tangannya untuk melanjutkan permainan yang sengaja kutunda itu.

Kulesakkan lagi batang penisku dengan agak kasar menghujam ke vaginanya.

Tak tertahan lagi lenguhan panjang tanpa ada keraguan yang tersisa…..

“Aahhhh….. uhhhhh…..nghhhhhh !”

Kuayunkan badanku tanpa ragu lagi dengan sepenuh tenagaku, semakin tak menentu pula rintihan yang hinggap ditelingaku, sehingga memancing kenikmatan yang sudah mulai tak dapat kubendung lagi….

Segera kucabut penisku dan kugesekkan ke vagina bagian luar dan klitorisnya. Kugapai ejakulasiku dengan kutekankan penisku ke bawah perutnya tuk mencari sensasi seolah dijepit kehangatan vaginanya, tak dapat kutahan, spermaku memancar deras di antara perut kami seiring dengan lenguhan panjang kami berdua….

“Ohhhh…. oh….. oughhhhh…….. !” lenguhku panjang

“Aahhhh….. uhhhhh…..nghhhhhh !” selingnya…..

Entah berapa kali aku berkejat-kejat menikmati ejakulasiku. Dan entah untuk yang keberapa kali bagi Tanti orgasme itu.

Kugulingkan badanku sambil memejamkan mata, menikmati sisa-sisa kenikmatan yang tak tertahan hingga ujung rambutku. Sementara itu Tanti menarik selimut dan berbalik memunggungiku, dan tak berapa absolutist kudengar nafas lembut teratur, tanpa meperdulikan cucuran keringat dan lelehan sperma yang masih ada di tubuhnya, Tanti tertidur pulas.

Sentuhan-sentuhan nakalkupun tak mampu membangunkannya dari mimpinya. Niatku semula yang ingin segera mengulangi permainan ranjang itu aku urungkan. Perlahan tapi pasti nafsuku yang siap menggelora lagi itu menjadi padam. Tak tega aku kalau ingat bahwa dia telah mengalami orgasme yang menguras tenaga itu berulang kali. Begitu sensitifnya Tanti, seolah-olah gesekan celana dalamnya sendiri saat dia berjalanpun bisa membuatnya terkulai penuh kenikmatan.

Telah menjadi kegiatan rutin, setiap kali aku menemui Tanti, pergumulan penuh nafsu itu selalu berulang. Dan segudang pertanyaanpun hingga kini tak pernah terjawab. Mengapa Tanti nggak pernah mau menyentuh dengan mesra penisku ? Padahal dengan perlakuanku melakukan articulate sex padanya, sudah semestinya diapun mau mencicipi spermaku yang ingin kutumpahkan dalam mulutnya. Satu obsesi yang belum bisa kugapai.

Rutinnya gaya accomplish adulation dengan Tanti membuatku semakin mudah bosan padanya. Aku masih ingin mereguk keluguan dirinya, tapi gaya pasif yang diperagakannya membuat sensasi yang aku mau semakin berkurang. Terbersit suatu obsesi absolutist yang belum sempat kugapai, yang aku harapkan bisa terwujud bersama Tanti. Accomplish Adulation dengan seragam SMU !

Segera kutelepon Tanti untuk mengajak dia bertemu, dengan pesan supaya membawa seragam SMU-nya, yang telah siap-siap digudangkan seiring dengan kelulusannya. Lugu namun dengan penuh antusias dia menerima undanganku, tanpa peduli untuk apa dia harus membawa seragamnya. Yang penting baginya sekarang hanyalah bisa bertemu denganku dan memuaskan hasrat seksnya yang semakin bergelora.

Kujemput dia di tempat biasa kami bertemu. Kaus dan celana jeans ketat selalu membungkus bentuk tubuhnya yang ranum itu. Tak tahan aku untuk segera membelai tubuhnya sepanjang perjalanan kami bermobil menuju hotel, namun kutahan dengan mengajaknya ngobrol tentang kehidupannya.

Sesampainya di hotel, aku minta dia mengganti bajunya dengan seragam SMU yang sudah dibawanya. Terheran-heran penuh ragu dia menuruti kemauanku.

Tak perlu waktu yang lama, diapun mengganti bajunya, dan malu-malu Tanti dengan berseragam SMU keluar dari kamar mandi. Tercekat aku memandangi tubuh ranum Tanti yang terbungkus seragam SMU putih abu-abu. Seragam SMU yang sedang menjadi approach saat ini. Baju sebatas perut dan rok abu-abu lurus sexy.

Kuraih tangannya untuk segera duduk di ranjang, tepatnya dipangkuanku. Mulai kuciumi wajahnya yang masih merona merah dan malu-malu itu, dan tak lupa tanganku mulai menggerayangi tubuh berbalut seragam SMU itu dari luar. Kuremas dengan gemas dadanya yang kenyal dan indah itu, dan mulai kubuka satu persatu kancing seragamnya serta kaitan tali BH-nya.

Sengaja kusisakan satu kancing baju bagian bawah dan tak kulolosi baju dan BH-nya itu. Sensasi pertama yang luar biasa, payudara kenyal menyembul di antara seragam putihnya itu, mulai kuserbu dengan remasan-remasan dan kuhujani dengan ciuman-ciuman yang semakin liar. Tanti mulai melenguh penuh kenikmatan….

“Mas,….. uuhhhhh, mas…… ughhhhghhhh !” rintihnya menikmati orgasme.

Kurebahkan badannya yang mulai limbung.

Tak puas aku menikmati kekenyalan payudaranya, kuremas, kucium, dan kujilat penuh nafsu, sambil tanganku mulai menyibakkan rok abu-abunya.

Kuhentikan sebentar seranganku untuk menikmati pemandangan tak terlupakan. Rok abu-abu yang kusingkapkan itu menunjukkan bungkahan indah di pangkal paha yang masih terbungkus celana dalam berwarna putih. Celana dalam putih yang menempel ketat membentuk lekukan indah gambaran vagina Tanti yang sudah basah.

Bungkahan dada menyembul indah dari seragam putih dan celana dalam yang menyembul dari rok abu-abu yang tersingkap…. wow, benar-benar keindahan tak terlupakan.

Kuusap perlahan belahan vagina Tanti dari balik celana dalam basahnya. Erangan perlahan keluar dari mulutnya dengan mata yang setengah terpejam meresapi usapanku itu. Tak sabar kutarik lepas celana dalamnya yang terasa mulai mengganggu pandanganku. Sempurnalah sudah pemandangan yang aku pernah bayangkan. Gadis berseragam SMU putih abu-abu dengan payudara menyembul dan rok tersingkap tanpa celana dalam, woowww…. sekali lagi wooow….

Kubelai vagina kemerahan Tanti dan kudapati klitoris yang mengeras dan licin itu dan kususupkan jemariku ke liang vaginanya. Seolah tersedot, klitorisnya itu ikut bergerak mengikuti jemariku. Entah apa yang dia rasakan, kembali dia mengejat-ngejat dan melenguh perlahan mendapati orgasmenya kembali.

“Mas,….. uuhhhhh, mas…… ughhhhghhhh !” rintihnya lagi.

Seolah tak sabar segera kuhisap vagina Tanti yang semakin basah dengan cairan kenikmatan, dan kembali lidahku lincah memainkan klitorisnya. Kujilat dengan semangat seluruh permukaan vagina harum itu, sambil tanganku mulai aktif memijat-mijat urat dibelakang lututnya. Cara yang teramat efektif untuk menaklukkan wanita. Tak perlu menunggu terlalu lama, kembali Tanti melenguh tertahan dan megelepar-gelepar penuh nikmat. Tak peduli dengan orgasme yang kembali menghampirinya, kupergencar jilatan-jilatanku ke vagina dan klitorisnya. Betapa aku menikmati tubuh berseragam SMU itu menggelepar-gelepar menyambut orgasmenya.

Kuhentikan aktivitas lidahku dan mulai kulolosi pakaianku.

Tak dapat kubendung lagi keinginan penisku untuk segera menyusup ke dalam vaginanya. Segera kuangkat tubuhnya untuk bersikap lebih aktif dengan memancingnya duduk di atas pangkuanku. Perlahan kubimbing Tanti untuk jongkok di pangkuanku, kubimbing penisku untuk menyibak vagina basahnya. Secara perlahan pula, mungkin sambil menikmati Tanti mulai menurunkan pantatnya, agar penisku bisa menggesek vaginanya pada bagian yang terdalam. Ternyata pancinganku berhasil juga, Tanti mulai keenakan menaik-turunkan tubuhnya yang berada di pangkuanku secara aktif.

Sementara aku dengan leluasa bisa memandangi gadis berseragam SMU lengkap yang sudah tak tertutup dengan semestinya. Tanganku yang bebas kugunakan untuk meremasi gundukan payudara Tanti yang kenyal dan puting yang kemerahan sambil sesekali kujilati. Dan tangan Tanti berusaha menyibak rok abu-abunya agar tak mengganggu geraknya. Sayangnya keadaan itu tak bisa berlangsung lama, kembali Tanti meregang dan merintih mendapati orgasmenya yang kesekian kali…..

“Ooooohhhh……..mmmmhhhhhh….” pekiknya perlahan.

Terasa gerak tubuhnya mulai berhenti dan ada cairan hangat meleleh mengenai pahaku.

Tanpa memberinya kesempatan segera aku minta dia untuk turun dan membalikkan badan membelakangiku seolah hendak merayap. Gadis berseragam SMU dengan pantat yang menyeruak di bali rok abu-abunya dalam posisi Doggie Style……

Kuamati dari belakang vagina indah Tanti seolah meminta penisku untuk merasakan kehangatannya lagi. Tak tahan, aku jilat vagina itu sejenak untuk memancing semangatnya kembali.

Tak perlu berlama-lama kujilat, mulai ada reaksi dari Tanti yang mulai mendesis-desis.

Segera kuhentikan jilatanku, dan kembali kuhujamkan pensiku ke dalam vaginanya dengan sedikit keras.

Reaksinya sungguh di luar dugaan. Biasanya Tanti yang malu-malu dan ragu untuk mengekspresikan kenikmatan yang dirasakannya dengan rintihan-rintihan dan lenguhan tertahan, saat itu Tanti tak bisa menahannya lagi.

“Uuuugghhh…… uguuuuugggghhh…..!” lenguhnya dengan keras

Lenguhan erotis yang memancing ejakulasiku untuk datang lebih cepat. Karena hampir tak tertahan, segera kucabut penisku dari vaginanya, untuk memperlambat tempo. Namun anehnya Tanti seolah tak merasakannya, dia tetap meracau tak menentu. Tanti tak peduli lagi bahwa pensiku sekarang sudah tak berada di vaginanya lagi, melainkan jariku yang mempermainkan klitorisnya dari belakang. Lagi-lagi Tanti tak dapat menahan orgasmenya, yang kali ini dibarengi dengan suara yang lebih keras dan panjang tanpa ragu-ragu.

“Aaahhhhhhh…..aaahhhhhh…uuuuggggggh !” pekiknya

Tak tahan dengan suara erotis itu, kuhujamkan lagi penisku ke vaginanya dan kuayun dengan cepat mengejar suara orgasmenya. Dan akhirnya akupun tak bisa menahan diri, ejakulasi yang biasanya kulakukan di luar untuk menghindari kehamilan, sekarang kulakukan tanpa perhitungan. Kuhujamkan sedalam-dalamnya penisku yang sedang memuntahkan sperma ke dalam liang vagina hangatnya.

“Aggghhhhhhh,…..uggghhhhhh…….uggghghhhhhhhhh…..Tanti…….”

“Mas……aggghhhhhh……..akkhhhhhhhhhhhhh…….” selanya

Tubuh kami terguling bersama dalam kondisi penisku masih menancap di vaginanya, sambil menikmati aliran-aliran ejakulasi yang teramat panjang.

Setelah berdiam diri, kucabut penisku, dan aku terlentang menikmati imajinasi yang masih tersisa. Aku telah merasakan accomplish adulation dengan gadis berseragam SMU lengkap.

Kudengar nafas teratur Tanti yang tertidur kecapekan tapi penuh nikmat….

Entah berapa absolutist dia tertidur dan berapa absolutist aku menikmati sensasi yang luar biasa membayangkan liukan tubuh Tanti berseragam SMU lengkap tanpa celana, tanpa…………

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR Agen Judi Online

Post Author: shindy vero99