Ingat Pasien Cantik yang Mengaku Diremas? Kini Situasi Berbalik, Pasien Dilaporkan ke Bareskrim

Masih ingat dengan kasus pelecehan pasien perempuan oleh oknum perawat National Hospital Surabaya yang viral di media sosial?

Pasien wanita berinisial W itu diduga mengalami pelecehan seksual setelah menjalani operasi kandungan.

Menurut Yudi, suami W, pelaku meraba dada istrinya sampai tiga kali.

Perawat laki-laki berinisial ZA kemudian minta maaf dan akhirnya buron, sebelum ditangkap di hotel di Surabaya.

Babak baru dimulai saat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengatakan bahwa ZA tidak melanggar kode etik.

ZA disebutkan hanya mengambil alat di sekitar payudara pasiennya.

Pasien dilecehkan di National Hospital. (TribunJatim.com/ Nur Ika Anisa)

Kini, keadaan justru berbalik. Dilansir dari kompas.com, W justru dilaporkan balik oleh istri ZA yakni Winda Rimawati.

Winda melaporkan W ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik akibat video viral di Instagram.

Sukendar, pengacara Winda menyebutkan bahwa W dan suaminya yang merekam video tersebut dilaporkan dengan UU ITE Pasal 27 dan 28.

Seperti dilansir dari duniabola99.org, Winda mengaku bahwa suaminya, ZA dibujuk akan mendapat hukuman ringan apabila ia bersedia mengaku.

Sesuai hasil sidang etik keperawatan Jawa Timur, lanjut Makruf, yang dilakukan ZA sesuai prosedur penanganan pasien pasca-operasi.

Dia juga berharap agar proses penyidikan dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang benar, yaitu tersangka didampingi kuasa hukum.

“Barang buktinya juga yang sahih dan sudah dilakukan uji digital forensik,” tuturnya.

Hasil kajian Majelis Kehormatan Perawat Jatim yang digelar Sabtu (3/2/2018) menyebutkan, ZA tidak melanggar kode etik keperawatan saat menangani pasien W pada 23 Januari lalu.

“ZA tidak melanggar kode etik keperawatan, artinya ZA tidak melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya,” kata Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Misutarno.

Pada 27 Januari lalu, ZA ditetapkan tersangka oleh Polrestabes Surabaya atas Pasal 290 KUHP tentang Pelecehan Seksual kepada Seseorang dalam Keadaan Tidak Sadar. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

Kasus tersebut diproses polisi setelah video ZA meminta maaf kepada pasien perempuan di National Hospital Surabaya.

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR Agen Judi Online

Post Author: shindy vero99